After the Rain

Jam tangan menunjukan 04.05 am dengan suhu 16 derajat Celsius, ketinggian 910 m di atas permukan laut, dingiiiiiiiiiiin, terntaya di luar lagi hujan. I am at my Motherland named Canduang. Malas sekali untuk bangun sahur, enaknya sih nambah selimut biar tambah hangat. But I don’t wanna miss my first day of sahur here. Terpaksa ikut sahur ama papi dan mami 😀 (mati den……..!)

Hujan, and what is after the rain? Mudah-mudahan hujannya sebentar aja, biar nanti bisa foto-foto. Katanya sih kalau habis hujan terus muncul matahari walau agak malu-malu, itu adalah golden time to take a shot.

And I was so damn lucky, when I woke up – setelah sahur tarik selimut lagi cuy – in late of morning, the sun shone brightly. Cuci muka, gosok gigi, ambil kamera, and…… action. Perlu diingat bahwa mandi adalah kegiatan yang tidak masuk dalam prioritas utama selama di sini, Tanya kenapa? You know lah….

Berikut beberapa foto yang menurut saya pantas mejeng di blog ini.

Mohon dikritisi ya……………….

Advertisements

~ by dentjikoen on 06/08/2013.

3 Responses to “After the Rain”

  1. keren. tangkapan cahaya yg menarik. lensa kamera yg mahal ya

    • saya pake lensa tamron untuk nikon (70-300 mm).
      kalu masalah cahaya, kebelutan setelah hujan di pagi hari langit langsung cerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: