The first Time


Akhirnya kita harus merelakan kepergian tahun 2012, tidak ada yang abadi kata Ariel Noah. Selama 365 hari, 12 bulan tentu banyak hal yang telah kita lalui. Kita tertawa disaat suka dan menangis dikala duka. Kadang kita tertawa dan menangis diwaktu yang sama. Pun halnya dengan diri saya sendiri juga mengalami suka-duka selama tahun 2012 yang lalu. Walau tertawanya tidak sampai laugh out loud atau menangisnya tidak sampai crying all night long.

Selama tahun 2012 ada dual hal baru yang mulai saya geluti, pertama adalah fotografi dan yang kedua adalah diving. Dua hal yang cukup menguras tabungan.

Fotografi

Entah setan dari mana yang membisiki untuk membeli kamera DSLR, kuat sekali rayuannya, hingga akhirnya pada bulan Mei saya dengan sangat terpaksa membeli kamera DSLR untuk pertama kalinya, fyi…!

Ternyata, menjepret-jepret itu tergantung pada mood juga. Pada saat mood bagus, kemana-mana selalu bawa kamera, walau pulangnya tidak ada hasil sama sekali. Ketika mood sudah berada di titik nadir, duh..! kamera beratnya seperti beras satu karung. Bawaannya malas bawa kamera. Tapi kata’nya’ sih itu biasa.

Dua bulan lebih saya tidak lagi menambah jumlah posting di blog ini, karena kehabisan bahan apa yang mau dibahas dan juga stok foto baru juga tidak ada. berhubungan karena ada momen tahun, maka ini merupakan kesempatan untuk menambah jumlah postingan di blog ini.

Ada beberapa foto baru, dan ini pun untuk pertama kali saya lakukan, foto kembang api. Berikut beberapa hasil foto kembang api.


Scuba Diving

Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau tiba-tiba saya sudah berada di kedalaman 25 m dari muka laut. Jangankan diving, snorkeling saja saya belum pernah. untungnya saya bisa berenang. Kisah ini berawal dari seorang teman yang katanya baru saja snorkeling di Lombok. Luaaaaar biasa pemandanganya. Itu katanya. Masih menurut dia, lebih enak lagi kalau bisa scuba diving. Cerita punya cerita akhirnya saya ikut try scuba di kolam renang Senayan. Ternyata asyik dan tidak menakutkan seperti bayangan saya sebelumnya.

Tanya sana tanya sini, dan akhirnya nanya ke Mbah Gugel, ternyata ada sebuah lembaga, belajardiving.com mengadakan kursus diving selama 5 hari di Tulamben, Bali. Gayungpun bersambut, jadwal kursusnya bertepatan dengan jadwal cuti, dan dengan tekad bulat akhirnya saya ikut kursus diving Combo (Open Water dan Advanced Open Water) sertifikasi dari PADI.

Ternyata, selama kursus sangat-sangat menguras tenaga. peralatan diving/Scuba yang cukup berat ditambah lagi ombak. Tapi semua itu terobati ketika sudah berada di dalam laut. Saat-saat yang mendebarkan adalah pada saat turun untuk pertama kalinya, night dive adventure, wreck dive adventure dan deep dive adventure.

Selama kursus diving, rekor-rekor yang tercatat:

  • Total penyelaman 9 kali
  • waktu terlama 1 jam 5 menit
  • kedalaman diving 25 m
  • sisa oksigen terkecil 10 bar
  • Berikut foto-foto selama diving (Dijepret oleh Bli Komang, kamera milik Devi)

    Karena telah melakukan diving berhari-hari, kita tidak dibolehkan langsung terbang, minimal 18 jam setelah diving terakhir. so…. saya masih punya waktu satu hari untuk keliling-keliling cari objek foto. berikut beberapa foto di seputaran Tulamben, Kuta dan Sanur:

    Kuta


    Sanur


    Tulamben

    Advertisements

    ~ by dentjikoen on 02/01/2013.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

     
    %d bloggers like this: