Bak Cando Roda Padati LIKE A WAGON WHEEL

Nasib bak cando roda padati …, roda padati …
Turun naiak baputa ganti baganti
Baputa kateh yo dapek galak badarai …, galak badarai …
Turun kabawah taimpik badan marasai

Jangan mengaku orang Minang kalau Anda tidak penggalan lagu di atas, setidaknya Anda pernah dengar atau lupo-lupo ingek. Lagu tersebut dipopulerkan oleh Bundo Elly Kasim, yang merupakan buah karya Angku Syahrul Tarun Yusuf. Elly Kasim??? Siapa yang tidak kenal dengan Diva Minang ini. Saya yakin banyak dari kita yang tidak kenal dengan pencipta lagu tersebut. keyakinan saya bukan tanpa sebab, kenapa? saya sendiri juga baru tahu setelah tanya ke Mbah Google.

Tapi, kali ini kita tidak akan membahas masalah lagu, penyanyi ataupun pencipta lagu. Tapi yang ingin saya singgung adalah esensi dari lagu tersebut. Saya akan merusaha mengaitkan, lebih tepatnya memaksa mengaitkan, isi lagu tersebut dengan keadaan saya terkini.

Belakangan ini saya lagi keranjingan dengan yang namanya ‘kodak-mangodak’ alias fotografi. Sudah lama saya sebenarnya saya ingin belajar fotogarafi, apa dikata, takdir berkehendak lain.Sekaranglah saatnya yang tepat memulainya. Bla…bla…..bla….. Ternyata apa yang saya harapkan ibarat jauh pangggang dari api, kecewa. Dengan bekal buku manual dan browsing internet 1×24 jam (seperti buku Mahir Bahasa Inggris 24 Jam), saya terjun ke lapang. Jepret sana jepret sini, puas rasanya, tidak sia-sia menguras tabungan beli Kamera. Time to go home…..

Di rumah, tanpa cuci kaki apalagi mandi, saya segera meng-upload foto tersebut ke Komputer. Saya langsung patah arang. Kok kayanya hasil jepretan dengan kamera pocket malah lebih bagus dari DSLR, saya yakin ini pasti Human Error. Saya mulai berpikir, merenungi apa yang baru alami. Jangan-jangan saya memang tidak ada bakat dalam dunia jepret-jepretan ini, mungkin hanya nafsu saja ingin beli kamera. Untuk sementara waktu si DSLR di kurung dulu, tak boleh keluar. Selang beberapa waktu ada sebuah artikel yang berhubungan dengan tema fotografi, berkata:

“orang dikatakan tidak berbakat dalam dunia fotografi jika dalam lima tahun tidak ada perkembang sama sekali”

Whaaaaaat???!!!!!!!!! saya belum sampai satu bulan, go… go….. go………… semangat! (nasib, eh semangat bak cando roda padati turun naiak baputa ganti baganti, I am on the top now).

Kalimat tersebut bak setes air pelepas dahaga ditengah panasnya padang pasir. Saya semangat lagi, petunjuk bin tata cara ataupun teknik-teknik memotret saya pelajari. Semakin dibaca semakin pusing bin pening kepala ini. Akhirnya saya sadar bahwa semua butuh proses dan bertahap. Karena banyak sekali aliran dalam dunia fotografi, akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari tentang HDR (High Dynamic Range), dan Landscape photography sambil mengasah teknik pengaturan kamera dan komposisi.

Bak carito urang lapau, tasuo dek ambo kecek Angku kito ko di bait nan kaduo lagunyo.

Lai den timbo di ladang, sumua di ladang
Biluluak juo tatimbo yo nan tatimbo
Lai den cubo bak urang, yo nan bak urang
Nan buruak juo tasuo yo nan tasuo

Saya sudah coba berbagai macam gaya, model, pengaturan, tetap saja hasilnya tidak memuaskan,. Tapi saya kali ini arang saya tidak patah lagi, arang saya sudah lumayan kuat. Betul sekali kata Angku Syahrun TY di bait terkhir, kita memang besusah-susah dulu di awal, mudah-mudahan nantinya tinggal menikmati hasilnya.

Ndeh, barakik-rakik ka hulu
Baranang yo katapian
Ka mudiak di hari sanjo
Basakik-sakik dahulu
Basanang yo kamudian
Barugi mangko balabo

Bagi saya lagu ini sangat dalam maknanya, dan inspiratif. Tarimo kasih Bundo Elli jo Angku Syahrun. Setidaknya saya telah merasakan apa yang terkandung di bait 1 dan 2, mudah-mudahan akan merasakan apa yang disampaikan pada bait ke-3. Berikut saya ingin berbagi hasil jepret sana jepret sini, dan sebagian telah saya upload di halaman Gallery dan di postingan “Akhirnya Ku Menemukan Mu”.

Berikut adalah hasil jepretan yang saya kategorikan foto HDR:

  • Foto Pedana HDR
  • Lokasi Tol Jagorawi, Cibujunc. merupakan gabungan tiga foto menggunakan Photoshop

  • HDR Siang Hari
  • Lokasi Taman Wiladatika. Gabungan 4 image dengan mengunakan Photomatix


    Lokasi Taman Wiladatika, 4 image di gabung jadi satu dengan photoshop


    Sama dengan gambar di atas, tapi beda presetnya

  • HDR Malam Hari
  • Grand Zuri, Lokasi Jababeka 2 Cikarang, diproses dengan photomatix


    Ruko Jababeka 2, Cikarang. Digabung dengan Photoshop


    Barisan Pohon, Jababeka 2. Digabung dengan Photomatix


    Ruko Jababeka 2, Digabungan dengan Photomatix

    Advertisements

    ~ by dentjikoen on 26/09/2012.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

     
    %d bloggers like this: