Akhirnya Ku Menemukan Mu…………

Semenjak saya mulai menyukai membaca buku (baca: novel), sayapun memproklamirkan bahwa hobi saya adalah MEMBACA. Saya sangat bangga akan hobi ini, terkesan intelek. Tapi ketika ditilik lebih jauh, ditanya apa yang disering dibaca, memang jauh dari kesan intelek. Bahwa saya sering menghabiskan waktu untuk membaca novel dan bacaan ringan lainnya. Tapi saya tetap bangga akan hobi ini, karena saya sanggup membaca 20 jam nonstop, beribu-ribu lembar halaman dalam sehari, tapi tetap dengan catatan, hanya bacaan ringan saja.

Namun kebanggaan saya itu tidak berlansung lama, di tahun kedua kuliah, semester 3 tepatnya. Ada seorang dosen sebut saja namamya AH, yang mengajar mata kuliah MT. bapak ini baru saja menyelesaikan program doktornya di Jepang dengan membawa gelar PhD. Pada awal kuliah, bapak ini memberikan ceramah, bla….bla…bla….bla….., hingga akhirnya melompatlah sebuah kalimat dari mulut  bapak ini dan tak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

MEMBACA ADALAH KEWAJIBAN SETIAP MANUSIA, MEMBACA BUKANLAH HOBI

Sirna sudah kebanggan saya akan kegiatan yang bernama membaca. Sejak saat itu saya kehilangan identitas. Seperti Abege yang masih mencari jati diri. Saya mulai merenung, apakah yang bisa saya masukan kedalam kolom hobi nantinya kalau saya sedang mengisi identitas diri. Hmmmmm……. Memang kalimat bapak itu tak terbantah, sebagai Muslim, saya/kita sering lupa bahwa ayat pertama turun adalah perintah membaca. Jadi sangat aneh memang kalau membaca itu dimasukan kedalam kelompok hobi. Kalau kebanyakan teman terutama yang pria mereka tak perlu pusing dengan hobi karena bisa ditebak, kalau tidak sepak bola, basket, ya badminton. Tapi ya sudahlah…..it isn’t such as a big deal. Toh saya masih suka jalan-jalan, tapi saya belum berani memasukannya ke kategori hobi, mahal soalnya.

Suatu saat, saya coba buka koleksi poto-poto masa lalu. Entah dari mana datangnya tiba-tiba “akhirnya, ku menemukan mu”. Saya ingin belajar memotret, saya ingin fotografi sebagai hobi.It sounds cool. Tanpa pikir panjang, saya langsung menemui Mbah Gugel. “Mbah mau Tanya, apa sih kamera murah buat pemula yang ingin belajar fotografi”. Banyak sekali jawaban si Mbah. Menimbang bahwa kondisi kantong sangat terbatas, mengingat bahwa saya memiliki nol kemampuan fotografi, akhirnya saya memutus kan untuk membeli Kamera Nikon D 3000. Dengan merujuk ke www.belajarfotografi.com saya mulai menyelami dunia fotografi. Walau sempat megap-megap saya terus berjuang. Hingga suatu saat, yang saya takutkan muncul juga. Putus asa, itulah yang saya rasakan setelah pertama kali saya terjun ke lapangan. Saat itu saya memilih lokasi di pusat kota Jakarta, Monas. Dari ratusan hasil jepretan, bisa dihitung dengan jari yang masuk kategori memuaskan.Muncul lah rasa bimbang, jangan-jangan ini bukanlah dunia saya. Namun rasa itu langsung sirna ketika saya membaca sebuah kalimat

orang baru dapat dikatakan tidak berbakat dalam fotografi kalau sudah mencoba 5 tahun, namun tidak ada perkembangan yang berarti

Fyi…. Ini ibarat angin surga bagi saya jangankan 5 tahun, lima bulan pun belum sampai sejak saya menandatangi kwitansi pembayaran pembilian kamera. Masih ada waktu. Terlalu dini kalau saya menghakimi diri kalau saya tidak berbakat di dunia fotografi.

    Berikut saya ingin berbagi foto-foto hasil jepretan diberbagai lokasi.
    Monas

Monas

Monas (Sisi lain)

Monas di Balik Kelapa

Bemo Vs TransJakarta

        PRJ 2012

SPG

        Taman Wiladatika

Bunga (unidentified)

Kembang (unidentified)

“idih nakal deh…!”

Sunset

        Mudik

ayo buruan ntar ga kebagian tempat duduk

In middle of nowhere

Advertisements

~ by dentjikoen on 22/08/2012.

One Response to “Akhirnya Ku Menemukan Mu…………”

  1. […] Bagi saya lagu ini sangat dalam maknanya, dan inspiratif. Tarimo kasih Bundo Elli jo Angku Syahrun. Setidaknya saya telah merasakan apa yang terkandung di bait 1 dan 2, mudah-mudahan akan merasakan apa yang disampaikan pada bait ke-3. Berikut saya ingin berbagi hasil jepret sana jepret sini, dan sebagian telah saya upload di halaman Gallery dan di postingan “Akhirnya Ku Menemukan Mu”. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: