ELANG

Damn! Sudah lebih sebulan aku tidak menyapa mu, bahkan mungkin aku telah melupakan mu. tidak, aku masih ingat kok sama kamu. Hanya saja, mmmm… entah kenapa rasa malas selalu menemaniku. Dia membisikan kata-kata manis agar aku selalu jauh dari mu. It worked, but now i do miss you.

Huh! Saya kenal sama kamu itu bahkan lebih lama dari kamu mengenal diri mu sendiri, jadi jangan bohong sama saya. Kenapa kamu tiba-tiba datang menyapa, kenapa tiba-tiba kamu mulai memainkan jari mu lagi, kenapa tiba-tiba kamu mulai menari-menari lagi disini, di depan ku.

Okay! I knew you know everything about me. So why did you ask me that stupid questions, again? Or may be it indicated that you know nothing about me.

Why do you come back?

I’ve told you i do miss you.

Baiklah! Apa yang ingin kamu ceritakan?

Saya tak akan menceritakan apa-apa.
Saya ingin kamu yang mencerikan saya sebuah kisah.

[exhale] well, you right, i know nothing about you, you’ve changed. Cerita apa yang ingin kamu dengarkan dari saya?

Terserah, ceritakan kepada ku sebuah. Kisah apa saja yang bisa membuat aku lupa kalau aku telah melewati hari-hari yang aneh dan super extraordinary.

Apakah kamu mau mendengarkan cerita tentang seekor burung elang?

If it can make me feel better, go on, i’ll listen your story carefully.

Okay, have a deep breath, close your eyes, but dont forget, you must have a seat first.

Pada jaman dahulu kala, disebuah pulau yang bernama Swarnabhumi, sebuah pulau yang sangat subur, orang bilang di pulau itu apapun bisa tumbuh, bahkan katanya tongkat saja bisa jadi tanaman. Pulau itu dikelilingi oleh gunung-gunung dan perbukitan. Ada sebuah kampung yang yang memiliki semua anugerah Ilahi, walau kampung tersebut tidak dilewati oleh sungai, tapi masyarakatnya tidak pernah kekeringan. Ya, masyarakat disana sangat arif dalam mengelola alam, dan alam pun mau berdamai dengan mereka. Tersebutlah sepasang suami istri, seekor ayam jantan hi……….

Ooo…ooooo…….ooooo, kalau aku tidak salah kamu akan menceritakan kisah seekor burung elang, bukan? Am i right?!

As you wish

Kenapa kamu ceritakan tentang kisah keluarga ayam, huh jauh panggang dari api kaleee!

Apakah saya telah menyelesaikan cerita saya?

Belum…

Kenapa protes?

Tapi ayam it………

Kamu pikir kamu bisa tahu isi buku dengan hanya membaca judulnya?

kadang-kadang, eh Maaf…..

Get back on your seat.
Sampai dimana tadi?
Oh ya, di kampung itu hiduplah sepasang suami istri, sebuah keluarga ayam. Mereka hidup seperti kebanyakan keluarga ayam yang lain. Tapi pasangan tampak spesial karena si ayam jantan, si suami, merupakan ayam kinantan, putih, tapi tak seperkasa ayam jagoan di kampung itu. Tapi ayam jantan sangat ramah dan terkenal sangat baik dan suka menolong siapa saja. Sedangkan istrinya, siayam betina berbulu hitam legam dan merupakan ayam campuran, bapaknya ayam kampung biasa sedangkan ibunya adalah peranakan ayam bangkok, ternyata gen ibunyalah yang mendominasi rantai DNA ditubuhnya, sehingga dimasa mudanya, dialah kembang desa, idaman para pemuda. Beruntunglah sikinantan muda mendapatkannya.
Tapi Sang Khalik maha adil, dibalik kesempurnaan pasangan itu, ada kekurangan yang dimiliki oleh keluarga tersebut, yaitu anak. Sudah tiga tahun mengarungi bahtera rumah tangga, pasangan ini selalu gagal menetaskan anak.

Adil? Adil dari Hongkong

Coba kamu diberikan semua kesempurnaan, kamu tak akan pernah puas dan bahkan lupa bersyukur, jadi kekurangan yang diberikan-Nya sebagai pengingat kalau kita juga dianugerahi sebuah kelebihan sehingga kita selalu ingat untuk bersyukur.

Tapi mereka kan pa…….

Mau lanjut ceritanya atau debatnya? Pilih mana?

Iya deh, aku pilih cerita saja

Tapi pasangan ini tak pernah menyerah, mereka tak pernah putus asa. Sebenarnya tidak ada masalah dengan pasangan ini, mereka termasuk pasangan subur. Sang betina bisa mengahasilkan berpuluh-puluh telur, tetapi selalu gagal dierami. Bukannya sang betina merupakan ibu yang tak becus mengerami telur, ia sangat telaten dan sangat sayang pada telur-telurnya. Ada suatu hal aneh terjadi setiap sibetina mengerami telurnya. Sesuatu yang tak satu pun ayam di dunia bisa mengatasinya. Setiap sibetina dimasa pengeraman telurnya, selalu terjadi gempa bumi. Ya mereka tinggal didaerah yang sering terjadi gempa, baik itu gempa karena gunungnya lagi batuk ataupun gempa karena kulit bumi sedang berjalan.
Akhirnya suatu saat si jantan penasaran, ia mulai me-record periode terjadi gempa, selang enam bulan ia sudah punya data periodik terjadi gempa, sehingga ia dan pasangannya merencanakan memakai “sistem kalender” agar saat penetasan tidak bersamaan dengan periode gempa versi sang suami.

Alangkah senangnya hati pasangan ini sudah dua hari masa pengeraman telur mereka tidak terjadi apa-apa.
Tapi pada hari keempat terjadi suatu guncangan yang belum pernah terjadi sebelumya, guncangan yang sangat dahsyat yang memporak porandakan kampung itu. Tak ada……

Bagaimana dengan telur pasangan ayam kinabang itu?

Kinabang?

Iya, kinabang, Kinantan-bangkok

Owwh… seperti biasa mereka gagal lagi punya momongan.
Semua penduduk kampung selamat, kecuali telur pasangan kinabang itu, kebetulan pada saat terjadi gempa hanya pasangan ini yang sedang mengerami telur. Pada saat istirahat siang gotong royong membangun kembali kampung mereka, tetua kampung menghampiri si ayam kinantan dan berkata, “kinan, kau jangan pernah menyerah, tetap harus semangat dan ingat jangan sekali-kali kamu menyalahkan alam akan kegagalan mu, alam tidak pernah salah, kita yang salah, kita lengah, kita harus belajar dari kejadian yang telah berlalu supaya dimasa yang akan datang kita bisa antisipasi kedatangan tamu kita”. “tidak Angku, aku tak akan pernah menyerah apalagi menyalahkan alam, Cuma saja, istri saya selalu bersedih. Pernah tengah malam, saya terbangun dan mendengarkan dia menangis meratapi nasibnya. Saya merasa kasihan Angku”. “kinan, seminggu yang lalu aku bertemu dengan kawan lama, Angku lupa menceritakannya sama kamu dan ternyata masalahnya dulu sama dengan masalah yang sedang kamu alami. Ternyata telur merekah itu sangat peka terhadap goncangan, mereka sangat rapuh. Suatu saat teman angku itu berobat ke dukun negeri seberang dan mereka disuruh meminum ramuan sitawa-sidingin ditambah perasan karakok hutan. Bahkan sekarang teman Angku itu sudah punya cucu”. “benarkah angku? Kalau begitu besok pagi saya akan kehutan mencari karakok, kalau sitawa-sdingin ada dihalaman rumah saya, Angku”.

Setelah menceritakan percakannya dengan Angku tetua kampung kepada istrinya, besok paginya si ayam kinantan berangkat ke hutan. Sore harinya dia sudah kembali ke rumah membawa seikat daun karakok dan sesuatu yang mirip dengan telur tapi ukurannya lebih besar dari telur biasanya. Dengan senang si istri menyambut kedatangan si Kinantan. Alangkah kagetnya sang istri ketika melihat suami tercinta membawa sebuah telur warna putih dalam ukuran jumbo. “abang, apa yang abang bawa dari hutan itu”. “ oh ini, tadi ketika abang lagi asyik mengumpulkan daun karakok, abang menemukan telur ini, terus abang bawa pulang”. “aduh abang, bagai mana kalau itu telur gajah atau telur harimau?”, “hahahahaha, sayang, gajah ataupun harimau tidak bertelur”. “tapi, bagaimana…?”. “entah kenapa perasaan abang kuat ingin membawa telur ini pulang, kamu mau kan menetaskan telur ini?”. “apa? Abang sudah gila apa?”. “sayang, kita harus memabantu telur ini, kasihan, berilah dia kesempatan, okay?”, “tapi….?”. “please…..”. “aku mau mengerami, kalau tetua kampung menyetujuinya”. “thanks honey. Nanti sore akan abang tanyakan ke tetua kampung”

Tetua kampung memberi ijan ga?

Ceritanya disambung minggu depan aja, sudah malam, saya sudah mengantuk.

Ya….. Nanggung nih

I said next week, good night.

Selalu begini. Suka mengantung cerita, biar merasa jadi orang penting yang selalu ditunggu dan ditanya…………….

I can’t hear…..

Advertisements

~ by dentjikoen on 10/01/2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: