REBORN & BIRTHDAY

OPPORTUNITY

Mereka berkata bahwa waktu itu adalah uang, tapi menurut penafsiran saya, waktu adalah peluang. Ketika kita menyia-nyiakan waktu berarti kita telah membuang peluang kita. Waktu akan selalu berjalan dan tak akan pernah berhenti apalagi mundur. Sekali kita menyia-nyiakannya, jangan bermimpi apalagi berharap dia akan kembali.

Saya pernah dapat sebuah nasehat yang sangat bijaak. Lebih kurang seperti ini, peluang, yang dalam bahasa Inggris disebut Opportunity, disingkat dengan O. Perhatikan pernyataan berikut:

Yesterday (kemarin), tidak ada satupun huuruf O (opportunity) dalam kata tersebut, ini berarti bahwa waktu yang telah berlalu past time tidak ada peluang sama sekali karena waktu tersebut telah kita tinggalkan, telah menjadi sejarah. Let by gone.

Today (hari ini), hanya memiliki satu huruf O. Peluang yang kita miliki hendaklah dipergunakan dengan bijak. Ingat! waktu akan terus berjalan, perubahan dari today ke yesterday hanya sekejab mata. Ketika waktu telah berubah menjadi yesterday, it has no longer O on it.

Tomorrow (hari esok), memiliki tiga huruf O, yang berarti banyak sekali peluang (opportunity) di hari esok dari pada hari ini. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, today atau hari ini adalaah waktu yang tepat, selain memanfaatkan satu O yang ada, untuk merencanakan aksi atau tindakan untuk memanfaatkan O yang ada pada tomorrow secara optimum.

Ketika kita berhasil memanfaatkan peluang atau opportunity tersebut dengan baik, barulah kita bisa mengatakah bahwa waktu itu adalah uang.
Mudah sekali [kelihatannya] bukan! Yups, kelihatannya memang mudah sekali, tapi pada saat determinasi dan eksekusi peluang terbutlah yang sering terjadi kegagalan. Kenapa?

Tulisan ini saya tulis bukan untuk mengajari, tapi saya ingin mengingatkan diri saya pribadi, syukur kalau ada orang lain yang baca, bahwa kesalahan yang sering saya lakukan adalah di point determinasi dan eksekusi. Tanya kenapa, I’m not sure….. masalah ini masih dalam proses perenungan dan belum ada simpulan. Should I change the point of view for getting different approaching? I Dunno!

Kembali ke masalah opportunity. Isu yang paling hangat terjadi saat ini adalah pengumuman 1 Syawal 1432H. Ketika pemerintah mengumumkan bahwa tanggal 1 syawal bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2011, mundur satu hari dari kalender nasional, banyak macam ragam komentar yang muncul di media social semacam Facebook atau Twitter. Ada yang menerima dan ada yang menghujat. Saya punya catatan khusus buat mereka yang menghujat. Apakah mereka menghujat karena kedangkalan ilmu atau kepintaran mereka? Sungguh sangat disayangkan hujatan tersebut mereka alamatkan pada Ulama. Budaya hujat menghujat ini adalah hasil didikan dari oknum pejabat dan politikus atas tindak tanduk mereka yang korup, sehingga kita jadi lumrah menghujat seseorang dan bahkan mungkin sudah mendarah daging. Semoga اَللّهُ membuka hati dan pikiran para penghujat tersebut.

Kalaulah saja kita bisa menerima keputusan pemerintah tersebut dengan hati lapang, Saya adalah termasuk orang yang selalu mengikuti pemerintah dalam hal penetapan 1 syawal, karena ulama di kampung saya selalu ikut keputusan pemerintah, itulah yang bisa saya lakukan karena saya bukan orang yang punya ilmu tentang urusan itu, besok (saat menulis ini tanggal 29 Agustus 2011) atau tomorrow kita masih punya opportunity untuk menambah pundi-pundi amal kita di Bulan Ramadhan. Dalam ceramah-ceramah yang disampaikan para Ulama, bahwa orang beriman akan sedih berpisah dengan Bulan Ramadhan. Apakah kita termasuk yang bersedih tersebut? Atau termasuk yang sedih karena lebaran di undur satu hari?

Saya termasuk orang yang mendukung pengunduran penetapan tanggal 1 Syawal 1432 H, kenapa? Karena puluhan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 31 Agustus, untuk pertama kalinya saya memanfaatkan sebuah opportunity, sebuah peluang, kesempatan menikmati udara di planet yang bernama Bumi. satu peluang yang akhirnya mengantarkan saya ke banyak peluang berikutnya hingga saat ini. Jadi tanggal 31 Agustus tahun ini merupakan momen yang sangat spisial bagi saya. Ketika para muttaqin merayakan ‘kelahiran kembali’ atau kembali fitrah, saya merayakan hari kelahiran yang bertepatan dengan tanggal 1 syawal 1432H, inilah salah satu alasan kenapa saya ikut dengan kalender pemerintah, hehehehehe……. hanya salah satu alasan.

Sebuah Penyesalan

there is something cross in my mind, pada tanggal 1 syawal atau 31 agustus nanti, pada hari ulang tahun saya, apakah saya termasuk pada golongan muttaqin yang kembali fitrah? Di hari terkhir di Bulan Ramadhan ini, saya mencoba mengingat-ingat kembali, mencoba merenungi, apakah saya bisa lulus training yang diselenggarakan oleh اَللّهُ ini dengan predikat MUTTAQIN, atau mungkinkah level saya tak naik-naik, masih berpredikat MUSLIM, dengan kata lain upgrading is failure. Yang saya sangat takutkan adalah pesan yang muncul adalah: your downgrading is fully completed, you are Muslim KTP now. Harus saya akui bahwa di tahun ini rapor saya tidak lebih bagus dari tahun kemarin, artinya saya termasuk orang merugi. Rugi karena telah gagal memanfaat sebuah opportunity, it is once in a life time.

Berandai

Kalaulah saja besok saya lulus dengan predikat muttaqin, ini berarti jarak antara saya dengan Sang Khalik tentunya akan lebih dekat. Doa-doa yang saya haturkan ke hadapan-Nya, tentunya akan lebih didengarkan, tetapi sekali lagi saya telah mengaibaikan kessempatan itu, Saya lupa, banyak sekali keluh-kesah yang ingin saya sampaikan, banyak sekali permintaan yang ingin dikabulkan-Nya. Itulah penyesalan, datangnya selalu belakangan, kalaupun datangnya di awal, dia bukan penyesalan, tentunya.

Ibarat pepatah, nasi telah jadi bubur, apapun usaha kita untuk membuat kembali jadi nasi sangatlah tidak mungkin. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus menerima kenyataaan bahwa untuk sementara waktu tidak bisa menikamati nasi yang kita ingini. Kita harus berhenti meratapi kesalahan. Hadapi konsekuensi yang kita ciptakan sendiri. Ketika nasi telah jadi bubur, yang bisa kita lakukan agar bubur tersebut tidak mubazir adalah membuat gulai sebagai teman menyantapnya.

Saya tidak mau berlarut-larut dalam penyesalan, saya hanya bisa berdoa semoga saya masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut
Setidaknya tahun ini, bertepatan dengan hari ulang tahun saya ini, saya bisa berbagi hasil renungan dengan teman-teman yang nyasar di blog saya ini, semoga bisa bermanfaat.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

HAPPY BIRTHDAY TO ME………………

Baca dalam bahasa:

Advertisements

~ by dentjikoen on 31/08/2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: