PERJALANAN ITU – The Journey

Hal yang paling menarik dalam hidup saya adalah ketika sedang melakukan perjalanan. Saya paling suka dengan yang namanya “waitting time” dan paling tidak suka dengan “be waited”-everything gonna be berantakan-mulai dari ga bisa makan, ada barang yang ketinggalan dan bahkan bisa mencreet, ooops! Back to the waiting time, pada saat menunggu ini saya akan mencari posisi yang strategis untuk bisa bebas melakukan observasi kepada setiap manusia yang mondar-mandir in front of me.

Bukannya mau menjelek-jelekan orang atau menilai orang seolah-olah saya adalah the perfect one, I’m not…… I’m just trying to be nice dan menyenangkan buat orang lain. Walau saya hanya sekedar lewat di depan mereka tapi mereka bisa senang karenanya. Seeing people smiling at me like finding a fountain in the desert (bakalabiahhan mah jo!), jadi lupa mau menulis apa laagi yach??!!……oke, berikut tipe-tipe orang yang pernah saya amati selama perjalanan (sikorban juga merupakan orang yang sedang melakukan perjalanan tentunya):

Tipe sok penting, I always meet people like this when I do the trip to or from my origin. Bisanya mereka adalah para oknum ‘pejabat’. Mereka dengan tipe ini lebih cenderung childish, selalu ingin diperhatikan. Betul, bahwa semua orang pengen diperhatikan tapi not too much alias alay!

Tipe sok gaul, ini biasanya dari golongan anak muda yang selalu ingin tampil trendy, kasarnya golongan ini adalah Korban mode. Mereka rela memakai pakaian second hand and even hundredth hand (incek labiah den mah!), yang penting look like an artist.

Tipe apa adanya, ya kalau banyak duit ya tampilan necis, kalau ga ada duit ya apa boleh buat.

Tipe terakhir adalah Cuek Bebek, hati2 menilai orang dengan tipe ini karena mereka berasal dari 2 golong yang di ibaratkan seperti langit bumi. Mereka adalah orang kaya yang cuek dan orang biasa yang berusaha cuek biar orang menganggap ia adalah orang kaya yang cuek, hmmmmm…..

The question is where I am spouse to be? Make your own assessment!

Selama ini (since I was born) saya telah bergaul dengan beberapa teman atau hanya sebatas talking-talking dengan orang yang berbeda latar belakang, suku tentunya, seperti Suku Batak, Melayu, Jawa, Madura, Bugis, Dayak, Betawi, Banjar, dll. Ada sifat yang agak berbeda dari orang Minang, well… I forget telling you that I’m Minang man, adalah tidak sabaran, gampang emosi (to much eat Randang, probably). Sebagai contoh: masalah antrian. Selama ini saya pernah antri (di loket check in dan boarding gate) di Bandara Internasional Minangkabau (Pariaman, Sumbar), Soetta (Banten, Indonesia), Syamsuddin Noer (Banjar Baru, Kalsel), Sepinggan (Balikpapan, Kaltim) dan Supadio (Pontianak,Kalbar). Di kelima bandara tersebut, ternyata bandara yang ke dan dari Sumatera Barat yang paling kacau antriannya. Kenapa begitu?

Kalau bicara tata krama, orang Jawa-lah juaranya, mungkin karena faktor history. Meraka hidup di lingkungan kerajaan yang harus tunduk pada peraturan ketat kerajaan. Tapi…… kalau masalah isi hati, apapun suku bangsannya, hanya tuhan dan yang bersangkutanlah yang tahu. Orang ramah belum tentu di hatinya juga seperti itu dan begitu juga sebaliknya.

Sifat-sifat manusia dapat kita jumpai pada buah-buahan, seperti:

Kedondong, kulit luar yang ga mulus-mulus amat, rasanya kecut, apalagi bijinya didalamnya (basaruik baana koah).

Durian, kulit luarnya minta ampun tajam, oroma yang sangat khas, belum kelihatan orang bisa lansung tahu kalau ia ada. Rasanya juga maknyosss dan dagingnya sangat empuk. Walau banyak orang yang suka, tetap masih ada orang yang tidak menyukainya.

Manggis, buah nan eksotik, walau warna kulitnya gelap, tapi tetap sedap dipandang mata, selain itu kulitnya lumayan keras, seolah-olah menyimpan sesuatu yang berharga di dalamnya. Yups! Ketika anda telah berhasil membuka kulitnya, tak disangka, ternyata daging bijinya berwarna putih dan rasanya juga sangat enak, hmmmmm…..! yang menarik adalah, anda bisa mengetahui jumlah biji di dalamya, tanpa harus membuka kuitnya terlebih dulu.

Semangka, kulit dan isinya hampir sama indahnya, kulitnya yang mulus, isinya pun manis dan lembut, tapi rapuh bin fragile.

Jeruk nipis, bentuk dan warnanya cukup menarik, mencium aromanya bikin mata merem melek dan kadang-kadang tanpa sadar air ludah mengalir di sudut bibir. Bicara tentang cita rasa, fyi…! anda tau sendiri.

Dan masih banyak lagi stock buah-buahan lokal, ga usah pinjam buah impor, yang lain yang bisa mewakili karakter manusia. Kira-kira Anda suka buah apa? Eh … I mean, karakter anda diwakili buah apa?

Selain jadi pengamat, penilai dan perangkum karakter orang yang saya temui selama dalam perjalan, kadang saya juga jadi pembaca dalam arti sebenarnya, yaitu membaca buku. Sewaktu saya sekolah dulu dengan bangganya saya memasukan kegiatan membaca sebagai hobby di C.V., memang betul saya senang membaca besides saya ga yakin apa masih punya hobby lain (how poor I am). Tapi sewaktu kuliah tiba-tiba seorang dosen dengan tanpa rasa bersalahnya, dan tanpa tendeng aling-aling mengatakan MEMBACA BUKANLAH HOBBY TAPI KEWAJIBAN! OMG!, saya ga punya stock hobby lagi nih. Jadi bingung cari pengganti membaca sebagai hobby. Karena telah merusak kebanggaan akan hobby saya, nama dosen tersebut masih terpatri di lubuk hatiku nan paling dalam, AH, insianal namamya. LEBAY mode ON!

Kesukaan saya akan membaca terutama novel, kalau komik saya tidak terlalu menyukainya, hanya Doraemon dan Petruk komik yang saya sukai, berawal dari ketidak-senggajaan, ketika merapi-rapikan buku dan menyortir buku yang sudah tua di rumah, saya menemukan buku tanpa cover. Buku tersebut ternyata sebuah novel, judulnya Tikam Samurai nama penulisnya Makmur Hendrik. Dari judulnya saya mereka-reka, kalau setting ceritanya pasti di Jepang. We all know that Samurai is traditional weapon from Japan. Ketika itu saya masih duduk di bangku kelas 5 atau 6 Sekolah Dasar.
Penasaran akan isi cerita novel tersebut, saya pun mulai membaca, agak bingung sih tapi saya suka ternyata latar ceritanya di Kampuang nan den cinto, Ranah Minangkabau. Setelah meng-khatam-kan novel tersebut, saya baru sadar kalau novelnya berseri. Saya membaca dibagian, dimana bintang utama, Buyung, pergi ke Jepang untuk mencari Jendral Otto untuk membalas dendam karena Sang Jendral telah membunuh keluarga dan kekasihnya, Mei-mei. Sampai saat ini, saat menulis blog ini, saya masih terobsesi untuk bisa membaca semua seri dari Tikam Samurai ini, cari kemana ya?

Setelah novel Tikam Samurai ini saya mulai kenal dengan karya-karya Freddy S., Novel Wiro Sableng hingga Pertualangan agen rahasia Nick Carter, agen yang bertato kan kapak alias axe (saya waktu itu membacanya axe dengan “akse”), karakternya mirip-mirip James Bond gitcu, yang kesemua novel itu harusnya berlabelkan 18+ bahkan mungkin 22+ untuk Nick Carter, waktu membaca novel-novel ini saya masih beusia 12-13 tahunan, (pengakuan dosa, mambaco novel Nick Carter di ateh batang baweh kalu indak di dangau tangah sawah, hahahahahaha……. top secret masalah no) ckckckckkckk…… tapi saya ambil positif aja, ga perlu disesali yang telah terjadi. Karena novel yang gitu-gituan itu lah yang membuat saya suka membaca.

Harus saya akui bahwa saya bukanlah tergolong para pelahap maut eh pelahap bacaan yang berat-berat. Buku La Tahzan yang saya beli setahun sebelum buku itu meledak di pasaran sampai sekarang saya belum khatam membacanya. Lain halnya dengan buku ke lima Harry Potter The order of Phoenix, hanya dalaam waktu 26 jam nonstop tamat (siap tu tatilintang badan ko, takana TA alun salasai, btw, thanks to ARL’s nephew via ARL for borrowing me the book, LOL, anak SD punyo) and in English version, I read all of them 10 days in a row (dek lah mambaco versi Indonesia no tu yo, cubo alun, nan partamu se alun tantu sabulan tamat, huh!).

Ketika duduk di bangku SMA, saya mulai meninggalkan karya-karya Freddy S., karena teman saya bilang karya Freddy S. itu kampungan sekali. Memang saya tidak membacanya lagi walau sekali-kali ingin baca ‘bonus‘nya saja, karena jalan cerita itu-itu saja, jauh sekali kalau di bandingkan dengan novel Tikam Samurainya Makmur Hendrik. Kemudian saya mulai kenal dengan karya Agatha Christy, di akhir cerita saya selalu salah tebak siapa penjahatnya. Pernah juga baca novelnya John Grisham yang di filmkan berjudul The Firm. Cerita menarik waktu menonton film yang dibintangi oleh Tom Cruise ini adalah perasan de javu, kok saya merasa pernah nonton film ini ya? Akhirnya saya sadar bahwa saya pernah baca Novelnya, oalaaaaa…… kemudian saya kenal dengan karya fenomenal JK. Rowling, seri Harry Potter.

Memasuki dunia kerja, saya mulai membeli sendiri buku yang saya suka, seperti Harry Potter seri 6 dan 7, triloginya karya David Peltzer: A child called It, The Lost Boy and The Man Named Dave (these books made my eyes wet, the books ware recommended by Yati Koto as La Tahzan and Ayat-ayat Cinta, thanks alot Koto). Saya lupa siapa yang telah mengenalkan Paulo Coelho ke saya. Buku-bukunya sangat-sangat inspiratif. Ternyata untuk menjadi buku bagus, tidak perlu tebal-tebal amat. The Alchemist, merupakan buku tipis yang sangat fenomenal. Saya akui bahwa karya-karya J.K. Rowling dan Paulo Coelho telah membuat saya untuk berfikir pindah haluan.

Entah kapan saya bisa (minat) membaca bukunya Tung Desem Waringin, John C. Maxwell, Robert Tiosaky, Tony Buzan, atau karya Chow Hou Wee yang sangat terkenal “Sun Tzu: The Art of War”, bahkan list nama-nama orang ini saya dapat dari note seseorang di Facebook. But I believe that one day, SOMEBODY gonna have to make a stand, one day, SOMEBODY gonna say “ENOUGH” (eh tunggu luh, iko kalau dak salah kecek apak angkek si Perseus, Spyros, dalam pilem Clash of the Titans goh mah), ulang liak: I believe that one day, SOMEBODY gonna have to make a stand, one day, SOMEBODY gonna say “I must read these books” (iko baru batua), that SOMEBODY is ME (kecek si Enrique Iglesias).

Jadi (kata “jadi” ini selalu menunjukan kalau ini merupakan akhir dari kalimat ataupun akhir sebuah tulisan, dan betul sekali, paragraf ini merupakan paragraf penutup dari tulisan saya ini) dari pengalaman perjalanan dari Padang-Jakarta-Balikpapan, Banjarbaru, Pontianak (dari bandara ke bandara) boleh dikatakan cukup untuk jadi bahan tulisan walaupun hanya di blog ini. Kalaulah misalnya perjalanan itu lewat darat – yang tentunya lebih banyak interaksi sesama manusia dan dengan alam – apalagi perjalanan itu di negeri orang, overseas, I believe that one day…… (dak jadi pakai kutipan iko baliak, salah kutip loh biko), saya yakin bahwa satu buku ga bakalan cukup untuk menampung cerita cerita selama perjalanan tsb. I wish that one day I’m gonna make it out. Amiiiiiiiin. Bak kecek rang gaek:

    Ka ratau madang di hulu
    Babuah babungo alun
    Marantau bujang dahulu
    Di rumah paguno balun
    Panakiak pisau sirauik
    Patungkek batang linabuang
    Salodang ambiak kaniru
    Satitiak jadikan lauik
    Sakapa jadikan gunuang
    Alam takambang jadikan guru

Mengembaralah, kelilingilah dunia ini, kalau kamu sanggup terbanglah ke langit ke tujuh, dengan begitu kamu akan tahu betapa Agungnya Pencipta Alam semesta ini.

NB.: Dalam penulisan halaman ini saya sengaja memang menggunakan bahasa gado-gado (sakarek ula sakarek baluk), bukan karena niat ingin pamer kalau saya bisa Bahasa Inggris, It is just for practising English (alun lanca ba bahaso inggerih). Kalau niat pamer, semua tulisan ini pasti sudah berbahasa Inggris (bahasa inggris yang dipaksakan tentunya atw Indonesian English atw English versi google translate) and one day (loh liak) saya berharap bisa bisa menulis sebuah tulisan Full in English or full in Arabian or Full in French, dan full in-lainnya. Biar bisa go international (kecek Agnes Monica).

Advertisements

~ by dentjikoen on 24/08/2011.

5 Responses to “PERJALANAN ITU – The Journey”

  1. haha 😀 iyo tu, booh 🙂 makin panjang jalan nan ditampuah, makin baragam pulo carito nyo 🙂

    • Yo dear, banyak nan nampak, banyakloh nan dicaritoan. bantuak deary mah, lah malala sampai ka subarang, caritonya banyak yang lebih menarik. mbo ntah bilo2 bisa manyusul ko dear

  2. Kisah yang menarik..

  3. […] I have ever made a promise to post my idea in this blog fully in English, it was written on my blog “Perjalanan Itu-The Journey. I think, now is the time. The time for me to prove that I am a man who always keeps promises. It […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s