The Adventure

Perjalanan melintasi negeri, pulau, benua dan bahkan samudera? Sungguh, sangat sulit membayangkannya dan agak impossile terjadi di masa lalu. Kehidupan sekarang yang kita rasakan merupakan buah dari perjalanan panjang nenek moyang kita. Contoh sederhana, bagaimana Nabi Adam dan Siti Hawa melakukan perjalan yang sangat jauh untuk dapat saling bertemu. Anda pasti dapat membayangkan kalau mereka hanya meratapi nasib dan tidak melakukan apa-apa agar dapat bersama lagi. Ya, tak akan ada manusia di muka bumi ini, kalaupun ada, kita harus siap menerima kenyataan bahwa kita adalah keturunan kera, kata Pak Darwin dalam bukunya The Origin of Spicies by Mean of Natural Selection, or Preservation of Favoured Races in Struggle for Life diterbitkan pada tanggal 24 November 1859. Pada edisi ke enam buku ini disingkat jadi The Origin of Spicies di tahun 1872, makhluk hidup yang ada sekarang adalah hasil seleksi alam, bla bla bla……….., hingga akhirnya pak Darwin menyimpulkan kalau nenek moyang manusia adalah kera, hmmmmmmm……! Kira-kira nenek moyang kera yang ada sekarang apa ya? Menurut pribadi saya, teori ini sangat membingungkan.

Balik ke topik awal, sebelum ditemukannya pesawat terbang oleh Wright bersaudara (Wright brothers), Oliver (19 Agustus 1871 – 30 Januari 1948) dan Wilbur (16 April 1867 – 30 May 1912) – sebagai pelopor, tentunya – untuk melakukan perjalanan lintas benua, nenek moyang kita hanya meggandalkan kapal laut yang tentunya akan memakan waktu yang lama. Kecuali bagi mereka yang meguasai ilmu kanuragan tingkat tinggi – ilmu meringankan tubuh dan ilmu menghilang, hehehehe – tapi itu hanya ada dalam cerita Wiro Sableng atau Jaka Tingkir. Kenapa manusia mau bersusah payah melakukan perjalanan jauh? Mereka harus merelakan waktunya terbuang di perjalanan dan bahkan nyawa merekapun bisa jadi taruhannya. Sosiolog, antropolog dan *log yang lainnya mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia ataupun makhluk lain. Hal ini dapat dilihat dari cara hidup yang berkelompok-kelompok. Tidak hanya interaksi inter kelompok, juga terjadi interaksi antar kelompok.

Dalam perkembangan kehidupan bersosialisasi manusia, timbulah kebutuhan dan keinginan akan sesuatu yang baru dan akan melatarbelakangi penemuan-penemuan baru.
Bagaimana awalnya manusia hanya menggunakan peralatan dari batu, kemudian dari perungu dan hingga berkembang sampai sekarang. Pada awalnya, kebutuhan mereka dapat dipenuhi dari lingkungan sekitarnya, namun waktu tak bisa ditahan untuk menghambat laju pertumbuhan manusia. Akhirnya manusia menemukan alat transportasi baik di darat – menggunakan binatang – dan di perairan – menggunakan sampan. Perkembangan teknologi – termasuk teknologi transportasi – tentunya mengakibatkan peningkatan laju migrasi manusia untuk memenuhi kebutuhan yang makin kompleks.

Akhirnya munculah orang-orang ‘gila’ yang mengelilingi bumi dengan berbagai alasan, ada yang ingin mencari ilmu baru dari kelompok manusia yang berada di benua lain, ada yang ingin mencari sumber kekayaan alam, ada yang sekedar ingin berdagang, dan banyak alasan-alasan lainnya. Siapa yang tidak kenal dengan Ibn Batutah, Marcopolo, Vasco Dagama, dan masih banyak pengembara ‘gila’ lainnya. Mereka yang telah melakukan perjalan tersebut dengan bangga akan menceritakan pengalamannya mengunjungi daerah baru tersebut. Bagi mereka – para raja, tuan tanah ataupun tuan Takur – yang rakus bin tamak, cerita-cerita dari para pengembara tersebut ibarat angin surga yang sangat menyejukan. Untuk memastikan kabar tersebut mereka tak segan-segan beinvestasi dalam skala besar, membiaya misi pengemberaan …………… dan di akhir cerita banyak kerjaan kaya akan hasil alam terpedaya oleh tipu daya raja dari para pengembara tersebut, hingga akhirnya sejarah mencatat bagaimana Imperialisme Barat menguasai Asia selama tiga abad. Semua berawal dari sebuah pengembaraan, “Miles journey was started by only one step”, the step also had made people suffer for centuries in Far East.

Tulisan tidak akan membahas panjang lebar bagaimana penjajahan itu terjadi, sudah banyak buku yang membahasnya. Saya berharap kita telah mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di masa lalu. Masalah utama yang akan dibahas adalah tentang hijrah atau perpindahan. Banyak kata yang memiliki makna yang hampir sama dengan kata perpindahan; migrasi, pengembaraan, petualangan, perjalanan, merantau dan lain-lain. Di awal kita sudah membahas betapa dahsyatnya pengaruh dari petualangan bagi umat manusia, dan tentunya hal tersebut juga akan berlaku sama untuk kondisi saat ini. Sekarang jarak dan waktu bukanlah jadi masalah utama dari seseorang untuk melakukan pengembaraan, batas-batas negaralah yang menjadi masalah utama. Pada periode sebelumya, untuk mengunjungi negara lain tak serumit sekarang ini, kendala mereka adalah jarak dan waktu, tentunya. Tapi mereka berhasil menaklukan kedua-duanya. Masa selalu berubah.
Orang tua Minang akan menasehati anaknya untuk meninggalkan kampung untuk menuntut ilmu ke negeri orang.

    Ka ratau madang di hulu
    Babuah babungo alun
    Marantau bujang dahulu
    Di rumah paguno balun

Sejarah Indonesia mencatat, banyak negarawan bangsa ini lahir dari rahim bundo-bundo kanduang, berasal Ranah Minang. Karena sudah sangat mendarah daging merantau bagi orang Minang, banyak sekali nasehat-nasehat orang tua yang berhubungan dengan merantau.
Kalau kita sudah pernah melihat dunia luar, kita bukanlah termasuk katak yang setia, selalu menjaga rumah, selalu di dalam tempurung. Mengunjungi daerah baru, akan menambah hal-hal baru juga dalam catatan kehidupan kita, pengalaman baru, wawasan baru, bahasa baru, bahkan baju baru, my experience, backpacked to Jogja , dan masih banyak hal-hal baru yang lainnya. Alam merupakan gudang ilmu yang maha luas. Like old Minang people say:
Panakiak pisau sirauik
Patungkek batang linabuang
Salodang ambiak kaniru
Satitiak jadikan lauik
Sakapa jadikan gunuang
Alam takambang jadikan guru

So let’s make our own adventure.

Tjikoen

Advertisements

~ by dentjikoen on 02/06/2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: